Jum'at, 18 Agustus 2017 pkl 02:08 WIB
Penangkal Petir Print E-mail
Article Index
Penangkal Petir
Komentar
Komentar
Komentar
Komentar

Sebenarnya, petir merupakan fenomena yang alami, dimana bila awan terbentuk dari proses penguapan air, maka akan terjadi proses ionisasi di awan tersebut yakni berkumpulnya ion bebas negatif dan positif yang cukup besar akibat gesesekan antar awan (teori gesekan awan) maupun ionisasi akibat terjadi perubahan jenis zat dari cair menjadi gas, atau dari padat menjadi cair (teori ionisasi).

 

Muatan ion yang cukup besar tersebut akan berusaha menetralisir dengan cara “meloncat” ke bumi berbentuk kilatan listrik. Loncatan/kilatan ke bumi ini dengan cara langsung atau melalui perantara benda-benda, bangunan, tananam/pohon, binatang, bahkan manusia yang paling dekat jangkauannya.

Oleh karena itu, berbagai usaha dilakukan manusia untuk menghindarkan diri dan segala propertinya, termasuk bangunan-bangunan gedung dan prasarana lainnya dari “sengatan” petir. Usaha tersebut antara lain dengan membuat penangkal petir, yang dimaksudkan bukan menangkal atau melawan aliran arus ion listrik yang besar tersebut, tetapi meminimalisir terjadinya ion-ion listrik di awan atau menyalurkan loncatan ion-ion tersebut melalui peralatan khusus yang mampu menyalurkan arus listrik langsung ke bumi. Properti/bangunan yang telah dilengkapi dengan peralatan khusus penangkal petir tersebut akan terhindarkan dari sambaran petir tersebut secara langsung. Kebakaran dan kerusakan bangunan, instalasi dan peralatan elektroniknya pun dapat dihindari.

Meminimalisir terbentuknya ion-ion listrik di awan dapat dilakukan dengan sistem radioaktif yakni dengan memberikan zat tertentu seperti Radiun 226 dan Ameresium 241 yang mampu menyebarkan ion-ion radiasinya sehingga terbentuknya muatan listrik dari proses ionisasi di awan dapat dinetralisir.

Peralatan khusus penangkal petir yang dipasang pada bangunan gedung, tower/menara, dan bangunan lainnya ada dua macam yaiktu penangkal petir pasif dan aktif. Penangkal petir pasif, biasanya disebut penangkal petir Faraday atau Franklin, hanya memasang penerima sambaran petir dan peralatan kabel penyalur arus listrik dari petir ke ground/tanah. Pada model Faraday, kabel-kabel penyalur juga ditempatkan di sisi luar bangunan yang dapat berfungsi pula sebagai penerima loncatan petir. Sedangkan, penangkal petir aktif adalah penangkal petir yang bagian penerimanya (splitzer) dilengkapi dengan piranti yang mampu menghasilkan muatan-muatan ion elektrostatik sehingga loncatan listrik petir dapat diarahkan langsung ke splitzer.

Disamping itu, saat ini sudah banyak dijumpai beberapa jenis penangkal dan penyalur petir pada pada bangunan seperti model Thomas yang mempunyai jangkauan dan perlindungan bangunan yang lebih luas atau model Prevectron yang areal perlindungan terhadap sambaran petir berbentuk paraboloid.

Menurut Jimmy S. Juwana, dalam pemasangan dan perencanaan instalasi penangkal petir yang perlu diperhatikan adalah a) secara teknis aman, artinya dalam pemasangan instalasi harus tidak membahayakan bagi bangunannya itu sendiri, juga perlindungan instalasi yang terpasang, b) splitzer dan penampang kabel-kabel penghantar harus standar dan sesuai kebutuhan, c) instalasi mempunyai ketahanan mekanis yang memadai dan tahan terhadap korosi, d) selalu mempertimbangkan bentuk dan ukuran bangunan, serta ekonomis.

Besarnya kebutuhan bangunan akan instalasi penangkal petir menurut PUIPP ditentukan oleh nilai bahaya petir (R), yang berkisar antara <11 sampai >14. Nilai R ini bergantung pada nilai indeks dari beberapa kategori yaitu a) macam fungsi bangunan, dari bangunan biasa, bangunan publik, instalasi gas/minyak, sampi bangunan yang mudah meledak. b) jenis konstruksi bangunan, dari yang terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar (logam) dan mudah menyalurkan listrik, hingga konstruksi dari kayu dengan atap non logam. c) Tinggi bangunan, minimal 6 m. d) Situasi bangunan, dari lingkungan bangunan yang datar sampai lingkungan bangunan yang berbukit atau pegunungan dengan ketinggian lebih dari 100 m dpl. e) pengaruh kilat yang terjadi, hal ini dilakukan dengan melakukan pencatatan jumlah hari terjadinya kilat/guruh pada setiap tahun di suatu daerah, dari 2 hari/tahun sampai 256 hari/tahun.

Apabila nilai R kurang atau sama dengan 11, maka penangkal petir tidak diperlukan, dan bila nilai R sama dengan 14 atau lebih, maka penangkal petir sangat diperlukan (wajib) untuk dipasang.***

 


Komentar Anda


Komentar oleh blower digital pada 29 Oct 2016 17:03:26 PM

baru tau kalau digedung2 selalu dipasang anti petir...


Komentar oleh diet aman pada 26 Sep 2016 14:45:31 PM

cocok untuk musim pancaroba seperti sekarang...


Komentar oleh blower cody 909 pada 15 Aug 2016 18:04:04 PM

sekarang musim hujan beluum selesai, padahal sekarang sudah berganti musim. berguna lah artikel ini.


Komentar oleh mi40 pada 30 Jul 2016 09:43:49 AM

Bid Farewell to Skinny Weak Body and Say Hello to Faster Muscle Gains with MI40.


Komentar oleh power supply cody pada 28 Jul 2016 09:52:06 AM

power suplly digital CODY 3005D adalah power supply yang menggunakan travo kecil, kekuatan ampere sampai 0-3A(lomax=1A) dengan tegangan 30V, cocok bagi seorang proffesional untuk mendukung kegiatan reparasi gadget, dilengkapi dengan indikator LED untuk mengukur arus dan tegangan, mudah dan aman untuk digunakan.


Komentar oleh CODY pada 27 Jul 2016 11:30:15 AM

Mesin Pembersih PCB Cody 935 merupakan Alat servis pembersih yang memiliki 2 kecepatan yang dapat diatur.


Komentar oleh cody pada 25 Jul 2016 13:27:49 PM

Tampilan Baru Tools Cody.


Komentar oleh fibroids miracle pada 25 Jul 2016 10:52:28 AM

Say Goodbye for Good to Uterine Fibroids with Fibroids Miracle.


Komentar oleh cody tools testimonial pada 21 Jul 2016 14:59:47 PM

video, sharing, camera phone, video phone, free,


Komentar oleh alat service laptop pada 21 Jul 2016 11:22:10 AM

CODY alat servis handphone, laptop, komputer dan elektronika.




Jurusan Teknik Sipil FT UNS Surakarta