BALOK BETON BERLUBANG Print E-mail

Oleh : Achmad Basuki, ST. MT..

Dimuat di Harian JOGLOSEMAR, Minggu 9 September 2012

images/stories/lainnya/abas1.jpgBeton merupakan salah satu faktor yang sangat penting di dalam bidang teknik sipil, mengingat fungsinya sebagai salah satu elemen pembentuk struktur baik sebagai upper struktur maupun sub struktur. Pekerjaan konstruksi beton bertulang saat ini telah cukup banyak variasinya, sehingga menuntut para ahli perencana struktur beton bertulang untuk mengantisipasinya dengan kemampuan menganalisis dan memprediksi kekuatan dari beragam variasi konstruksi beton bertulang tersebut.

Seperti halnya dengan konstruksi gedung bertingkat banyak (multistory buildings), pembatasan tinggi ruang seringkali sangat menentukan dikaitkan dengan pengaturan ruangan, persyaratan ekonomis dan estetika, termasuk penentuan tinggi masing-masing lantai sesuai dengan kebutuhannya, sehingga diperlukan alternatif desain yang diantaranya dengan memanfaatkan ruang-ruang antar balok struktur. Disamping akan meminimalisasi tinggi ruang/lantai, juga akan mereduksi volume penggunaan interior dan eksterior gedung serta mengurangi biaya operasional dan perawatan.

Apabila struktur gedung tersebut berupa struktur beton bertulang, maka akan memungkinkan untuk mendesain balok beton bertulang berlubang pada badan (web openings), dimana selain berfungsi sebagai struktur yang menahan dan menyalurkan beban-beban yang bekerja di atasnya, tapi juga berfungsi sebagai pendukung utilitas konstruksi seperti pemasangan pipa AC, jaringan listrik dan air, lampu, dan sebagainya. Kondisi demikian diantaranya dimaksudkan untuk menghemat dan menambah space dari ruangan tersebut.

Pada balok beton bertulang berlubang (web openings) akan terjadi pengurangan kapasitas lentur dan geser karena pengurangan dimensi penampang. Untuk itu diperlukan analisis yang tepat untuk mengetahui kapasitas nominal dari penampang tersebut.

Sudah barang tentu, dengan memberikan lubang pada penampang memanjang balok akan menyebabkan pengurangan kapasitas lentur dan geser akibat pengurangan dimensi penampang. Lubang ini dibuat dengan dimensi yang bervariasi dan posisi penempatan luabang yang bervariasi juga. Disamping itu, dengan adanya lubang pada balok, akan menyebabkan konsentrasi tegangan yang besar di seputar lubang, sehingga pengurangan kapasitas lentur dan geser, serta peningkatan tegangan harus sedapat mungkin diantisipasi.

Pengurangan kapasitas lentur dengan adanya lubang berkisar antara 5% - 15% dibandingkan dengan penampang utuh, dan disarankan pembuatan lubang tidak melebihi 30% dari luasan penampang utuh.

Munculnya konsentrasi tegangan umumnya akan lebih besar terjadi pada penampang lubang yang persegi/persegi panjang dibandingkan dengan lubang penampang bulat. Sehingga, pada pembuatan balok beton bertulang lebih disarankan untuk membuat lubang dengan penampang bulat .

Pembuatan perkuatan berupa penulangan atau pemasangan baja profil di sekitar lubang akan memberikan perkuatan dan pemulihan kapasitas akibat terjadinnya konsentrasi tegangan. Pada penampang lubang persegi atau persegi panjang, perkuatan sebaiknya dipasang pada sudut-sudut karena pada tempat tersebut merupakan tempat dimana konsentrasi tegangan yang paling besar.

Jadi, dengan memberikan lubang pada balok beton bertulang sebagai tempat utilitas akan memberikan manfaat penghematan tinggi ruangan dan bangunan, tapi tentunya harus diperhitungkan pengurangan kapasitas balok beton bertulang tersebut, sehingga walaupun ada lubangnya tapi tetap mampu menahan beban-beban di atasnya.***

Jurusan Teknik Sipil FT UNS Surakarta