Pengumuman

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

SOSIALISASI BEASISWA ALPED PERIODE-9

Diberitahukan kepada Mahasiswa Penerima Beasiswa Alped Periode-8

dan Mahasiswa yang akan mengajukan permohonan Beasiswa Aped Periode-9,

dimohon hadir besok :

Hari : jumat

Tanggal : 10 Nopember 2017

Jam : 15.00

Ruang: 4-202 (R. MM gedung 4 lt 2)

Demikian harap menjadikan perhatian.

 

Surakarta, 6 Nopember 2017

Yayasan ALPED

PENERIMA BEASISWA YAYASAN ALPED PERIODE KE-VII SEMESTER AGUSTUS 2017 – JANUARI 2018

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

PENERIMA BEASISWA YAYASAN ALPED

PERIODE KE-VII SEMESTER AGUSTUS 2017 – JANUARI 2018

 

01. Beasiswa Perpanjangan
No. NIM N a m a Besar Beasiswa
Periode 7
1 I0113003 Agung Pangestu Nugroho Rp 1.500.000
2 I0113014 Ardli Mustofa Irsyad Rp 1.500.000
3 I0113020 Ayu Intan Nurani Rp 2.000.000
4 I0113021 Ayu Ismoyo Sofiana Rp 1.500.000
5 I0113027 Chrisna Justice W Rp 1.500.000
6 I0113031 Dede Zakiyah Rp 1.350.000
7 I0113032 Devi Prapita Nuari Rp 1.500.000
8 I0113037 Diyah Ayu Widayanti Rp 1.500.000
9 I0113040 Ely Jauharotus S. Rp 1.500.000
10 I0113042 Endar Pancaningrum Rp 1.500.000
11 I0113047 Fitria Rindang nur I Rp 2.000.000
12 I0113049 Fransisko Xaverio Wisnu Murdani Rp 2.000.000
13 I0113055 Hanan Fitrian Mutaqo Rp 1.500.000
14 I0113058 Hegar Lasardi K Rp 1.500.000
15 I0113063 Ika Yuliana Rp 1.500.000
16 I0113089 Muhammad Rifa’i Rp 1.500.000
17 I0113093 Naufal Hakim Rp 2.000.000
18 I0113108 Retno Kusuma Astuti Rp 2.000.000
19 I0113119 Sebastianus Kristianto N. Rp 1.500.000
20 I0113120 Shabina Aulia Utami Rp 1.500.000
21 I0113125 Suciati Nur Khalifah Rp 1.500.000
22 I0113127 Surya Dwitama Jey Rp 1.350.000
23 I0113131 Tri Anggraeni Rp 1.500.000
24 I0113133 TriSunan Giri Pamungkas Rp 1.500.000
25 I0113136 Visaretri Pramuktia Purwosri Rp 1.500.000
27 I0113139 Zainal Abidin Rp 1.500.000
28 I0114002 Achsana M.J. Rp 2.000.000
29 I0114003 Afri Medika U Rp 3.000.000
30 I0114004 Ajib Wicaksono Rp 3.000.000
31 I0114005 Akbar Dwi Anggoro Rp 3.000.000
32 I0114008 Amarta Adri Pujangga Rp 2.000.000
33 I0114014 Ashar Natsir Sasmito Rp 3.000.000
34 I0114024 Brilian Gusmi Auliyaa Robbani Rp 3.000.000
35 I0114028 Claudia Hidayat Rp 2.000.000
36 I0114032 Dewanti Anggit Setia Aji Rp 3.000.000
37 I0114035 Edo Suryo Utomo Rp 4.000.000
38 I0114036 Elang Fajar Kurniawan Rp 4.000.000
39 I0114064 Katon Gilang Triputra Rp 2.250.000
40 I0114083 Nabila Fadiyana H Rp 3.000.000
41 I0114097 Putut Sugianto Rp 3.000.000
42 I0114099 Rahma Kusuma Dewi Rp 3.000.000
43 I0114100 Reyhan Prastha Wijaya Rp 2.000.000
44 I0114104 Rinzano Genta Satria Rp 3.500.000
45 I0114122 Wahyu Hapsari Rp 3.000.000
46 I0115002 Abdurrahman Zuhri Rp 2.000.000
47 I0115018 Arumsya Hening Putri Rheinanda Rp 2.000.000
48 I0115031 Eriszha Berti Navelia Rp 3.750.000
49 I0115041 Felix Fernando H Rp 2.000.000
50 I0115045 Fitria Anggraeni Rp 2.000.000
51 I0115046 Frezha Nur Septian Rp 3.000.000
52 I0115049 Gigih Widiyanto Rp 3.000.000
53 I0115056 Ida Agustin Nomleni Rp 3.000.000
54 I0115066 M. Indra Aji Kurniawan Rp 3.500.000
55 I0115074 Muhammaad Rizan Adam Rp 3.000.000
56 I0115078 Pangestuti Siwi Rahayu Rp 3.000.000
57 I0115079 Pradita Setyoningrum Rp 4.000.000
58 I0115095 RN. Claresta Vania Rp 1.000.000
59 I0115097 Sains Satria N Rp 2.500.000
60 I0115105 Surya Praditya Rp 2.250.000
61 I0115112 Tri Tatas Cahyadi Rp 2.000.000
62 I0115117 Yuli Astiqomah Rp 3.000.000
63 I0115118 Yuliarini Amdan Rp 3.000.000
64 I0115119 Yusuf Cahyo Nugroho Rp 3.750.000
65 I0116080 Muhammad Irfan Rosyid Rp 3.625.000
66 I0116119 Surya Perdana Widya Nurhayati Rp 4.000.000
TOTAL Rp 152.325.000
02. Beasiswa Prestasi
No. NIM N a m a Besar Beasiswa
Periode 7
1 I0113013 Andreas Nur Hadi Rp 2.500.000
1 I0113025 Belinda Rosa Natanhia Rp 2.500.000
2 I0113051 Galang Nur Aji Pamungkas Rp 2.500.000
7 I0113122 Shofie Rizqi Fadhila Rp 2.300.000
5 I0114029 Cornelliaus Oliver Ageng Prasetya Laksana Rp 6.000.000
6 I0115068 Markus Koko Nur B Rp 5.000.000
7 I0115098 Satria Raharja Rp 5.000.000
TOTAL Rp 25.800.000
03. Beasiswa Baru
No. NIM N a m a Besar Beasiswa
Periode 7
1 I0113005 Ajik Dwi Santoso Rp 1.500.000
2 I0113011 Alpian Mayhutomo Rp 1.500.000
3 I0113019 Avivatun Niswah Rp 1.500.000
4 I0113096 Nindya Annisa Sabrina Rp 4.600.000
5 I0113130 Tito Adhi Yansyah Rp 1.500.000
6 I0113134 Ulfandari Yudianti Rp 2.500.000
7 I0114006 Akhmad Fauzi Al Aziz Rp 2.500.000
8 I0114018 Bagas Dwi Purwantoro Rp 3.000.000
9 I0114019 Bagas Hendi Pratama Rp 2.500.000
10 I0114047 Febryansyah D.R Rp 2.500.000
11 I0114123 Wahyu Satrio Wicaksono Rp 2.500.000
12 I0115003 Abel Galang Setiawan Rp 5.000.000
13 I0115017 Arjun Prasetyo Rp 3.000.000
14 I0115026 Dewi Wulandari Rp 6.000.000
15 I0115038 Fatikasari Rp 3.000.000
16 I0115050 Gilang Dwi Aji Rp 3.000.000
17 I0115057 Ilham Aryono Rp 3.000.000
18 I0115059 Imam Nor Sholi Rp 3.000.000
19 I0115065 Muhammad Fathurrahman Rp 2.500.000
20 I0115085 Revina Anggraeni PRI Rp 2.500.000
21 I0115090 Rizki Dewayani Putri Rp 3.000.000
22 I0115108 Syifa Rahma Alisiyah Rp 3.000.000
23 I0116008 Ahmad Yusuf Winarno Rp 3.950.000
24 I0116022 Bergas Putu Dewandag Rp 5.350.000
25 I0116023 Bindra Jati Gunawan Rp 3.950.000
26 I0116110 Rifki Septian Rp 3.000.000
TOTAL Rp 79.350.000

Pengumuman Alped

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

pengumuman Yayasan alped

beasiswa yayasan alped

semester agustus 2017 – januari 2018 / periode 7

Diberitahukan kepada Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil FT UNS (S1 Reguler) , bahwa menyongsong Tahun Ajaran Semester GASAL 2017-2018, Yayasan Alped akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa, dengan kriteria

  1. Lanjutan Penerima Beasiswa Periode 6
  2. Menyerahkan foto copy transkrip 2 semester terakhir, sebagai evaluasi akademik untuk diperpanjang / dihentikannya pemberian beasiswa
  3. Keterangan tidak menerima beasiswa dari pihak lain
  4. Calon Penerima Beasiswa Baru Periode 7

Diutamakan mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan aktif kuliah (tidak mengambil selang) dengan mengumpulkan persyaratan sebagai berikut :

  1. Mahasiswa menyertakan surat keterangan pekerjaan dan penghasilan orang tua (wali) yang disyahkan oleh pejabat terkait (Kantor instansi/RT/RW/Kelurahan)
  2. Tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain dalam bentuk apapun. (Dibuktikan dengan surat keterangan dari Bagian Kemahasiswaan/Akademik FT UNS)
  3. Mempunyai prestasi akademik yang baik (Buktikan dengan Transkrip nilai)
  4. Mempunyai perilaku dan sikap yang baik (Membuat surat pernyataan pribadi)
  5. Membuat narasi pentingnya menerima beasiswa, maksimum 1 lembar kertas A4.

Mahasiswa yang mempunyai Kartu Pra Sejahtera (KPS) akan mendapat prioritas bea siswa. Bagi yang berminat dan memenuhi persyaratan di atas dimohon untuk mendaftar di Pak Sanyoto (Laboran Lab. Hidro) , paling lambat pada hari Jum’at, 16 Juni 2017.

Surakarta, 30 Mei 2017

Yayasan ALPED

PENGUMUMAN

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

PENGUMUMAN

KRS 22-26 Agustus 2016 validasi PA on line :

Sesuai SK Rektor : 582/UN27/HK/2016.

– Untuk KRS semester Gasal 2016/2017 angkatan 2015, 2014 dst : Beban Belajar sementara diabaikan bisa ambil SKS maksimal 24 karena transisi KURIKULUM 2016.

– Mahasiswa dapat mengikuti ujian mendapatkan penilaian apabila persentase kehadiran pembelajaran lebih dari atau sama dengan 75%.

– Penentuan nilai bagi mahasiswa yang mengikuti perbaikan nilai, digunakan NILAI TERAKHIR.

– dst

download: sipil.ft.uns.ac — blangko akademik –sk-sarjana-2016.pdf

PENGUMUMAN

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

PENGUMUMAN

Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil FT UNS (Reguler S1 Angkatan 2015, 2014, 2013 dst) mengharap kehadiran besok :

Hari                 : Senin

Tangga                        l: 8 Agustus 2016

Jam                  : 10.00

Tempat            : R. MM (4-202)

Acara               : Penjelasan Kurikulum Baru 2016

SISTEM ALARM PADA BANGUNAN GEDUNG

Posted on Leave a commentPosted in Artikel

Oleh : Achmad Basuki, ST., MT.

Dimuat di Harian JOGLOSEMAR, Minggu 10 Nopember 2013

 

Sistem alarm pada bangunan dimaksudkan untuk memberikan peringatan dini pada penghuni bangunan berkaitan dengan hal-hal yang terjadi pada bangunan seperti kebakaran, getaran gempa (vulkanik atau tektonik), bahaya tsunami, , keamanan dan kekuatan elemen struktur.

Sistem alarm ini dapat pula diintegrasikan atau dipisahkan dengan sistem alarm yang menyangkut keamanan dan kenyamanan penghuninya, seperti ancaman pencurian dan perampokan, teror dan aksi kejahatan lainnya, radiasi bahan berbahaya (nuklir), dan emisi gas buang.

 

Penggunaan sistem alarm pada bangunan ini tentunya tidak terbatas hanya pada bangunan gedung/rumah, tapi juga bangunan yang menyangkut infrastruktur transportasi seperti jembatan, dan bangunaan infrastruktur keairan seperti dam, bendungan, tandon dan sebagainya.

Secara umum, sistem alarm terdiri atas 3 unsur yaitu unsur detektor, unsur sinyal tanda bahaya, dan unsur pengendali. Unsur detektor adalah piranti yang dapat mendeteksi beberapa isyarat dan tanda yang berkaitan dengan fenomena yang dideteksi. Misalkan detektor untuk bahaya kebakaran akan mendeteksi munculnya asap atau panas yang berlebihan dalam ruangan, atau detektor getaran gempa akan mendeteksi simpangan bangunan yang berlebihan akibat getaran gempa.

Informasi dan peringatan dini yang telah disampaikan sistem alarm ini diharapkan dapat memberikan reaksi bagi alat pengendali untuk bekerja secara otomatis atau memberitahu penghuni bangunan untuk mengaktifkan alat pengendali atau menyelamatkan diri atau meningkatkan kewaspadaan.

Sistem alarm pada bangunan gedung, terutama bangunan-bangunan publik seperti perkantoran, mall/supermarket, hotel, apartemen, gedung sekolah/kuliah dan sebagainya, umumnya memasang sistem alarm untuk kebakaran, sistem alarm keamanan. Sedangkan sistem alaram untuk getaran gempa umumnya dipasang pada bangunan gedung bertingkat tinggi, dan sistem alarm bahaya banjir biasanya dipasang pada bangunan-bangunan yang rawan terjadinya genangan banjir.

Pada sistem alarm bahaya kebakaran, apabila detektor asap dan panas yang berlebih ini memberikan sinyal yang akan diterima oleh panel induk pada ruang pengendali, dan seketika panel pengendali akan memberikan peringatan berupa lampu nyala tertentu disertai dengan bunyi sirine atau alarm, dan secara otomatis akan menyalakan sprinkle yang akan menyemprotkan air di ruangan yang timpul asap atau panas yang berlebihan. Tentunya dengan peringatan dini ini penghuni dan petugas pengaman bangunan gedung akan segera melakukan upaya pemadaman kebakaran dengan peralatan pemadam kebaran yang sudah terintegrasi dengan bangunan gedung pada lokasi timbulnya api.

Bahkan ada pula sistem alarm kebakaran yang sudah terhubung dengan sistem alarm pada dinas pemadam kebakaran pada suatu kota. Sehingga, apabila terjadi kebakaran pada bangunan gedung tersebut maka tim pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi.

Sedangkan detektor yang digunakan pada sistem alarm terhadap terjadinya bahaya gempa adalah detektor perpindahan atau simpangan yang ditempatkan pada beberapa titik sepanjang tinggi gedung. Apabila terjadi getaran gempa, maka bangunan akan ikut bergetar. Getaran (simpangan) bangunan gedung ini akan bergantung pada besar kecilnya getaran gempa. Getaran/simpangan bangunan ini pada setiap bangunan gedung sudah dibatasi sesuai dengan persyaratan bangunan dan ketinggian bangunan. Bila getaran/simpangan telah mencapai batas untuk evakuasi, maka alarm akan berbunyi dan proses evakuasi harus segera dilakukan.

Pada sistem alarm untuk pengamanan dari bahaya kejahatan, detektor sistem keamanan (security system) yang digunakan berupa detektor model sensor yaitu sensor ultrasonik, sensor gelombang mikro, sensor infra merah dan sensor suara suara. Masing-masing jenis sensor mempunyai keunggulan. Prinsipnya apabila ada benda bergerak, maka akan terjadi perubahan panjang gelombang yang dipancarkan. Sensor ultrasonik dan gelombang mikro termasuk dalam kategori sensor aktif, dibandingkan sensor infra merah yang hanya menangkap gelombang infra merah yang dihasilkan oleh tubuh manusia atau benda-benda panas yang mempunyai radiasi infra merah dan dapat dipasang sampai jarak 30 m.

Penggunaan CCTV (closed circuit television) dan alat detektor logam pun saat ini telah menjadi bagian dari sistem alarm keamanan pada bangunan gedung.***

VENTILASI PADA BANGUNAN

Posted on Leave a commentPosted in Artikel

Oleh : Achmad Basuki, ST., MT.

dimuat di Harian JOGLOSEMAR, Minggu 3 Nopember 2013

Ventilasi merupakan suatu tempat keluar dan masuknya udara pada suatu ruangan pada bangunan. Keluar masuknya udara dimaksudkan sebagai sirkulasi udara, yang tidak hanya membuat kondisi ruangan nyaman juga mempertahankan kelembaban yang normal dan memenuhi syarat.

Sebenarnya sudah cukup banyak cara untuk membuat ventilasi pada bangunan agar diperoleh kondisi yang nyaman dan sejuk pada ruangan dalam bangunan. Banyak peralatan dan mesin yang digunakan untuk mencapai hal itu. Namun demikian, sebagian ternyata masih menjadi masalah, terutama dikaitkan dengan masalah penggunaan energi dan konsep bangunan hijau dan berkelanjutan (green and sustainable building). Parahnya, bangunan tersebut selain tidak nyaman, juga tidak sehat akibat sirkulasi udara dan penggunaan material yang menjadi polutan, serta tidak hemat energi.

 

Sebenarnya masalah ini sudah lama menjadi perhatian. Di beberapa negara maju pun sejak era 1970-an sudah mulai menjadi bahan diskusi dan pertimbangan dalam membuat peraturan yang berkaitan dengan bangunan. Pembahasan seputar masalah tingkat kelembaban dan pengaturannya pada bangunan, pentingnya ventilasi yang sehat dan pemakaian material bangunan yang tidak menimbulkan polutan bagi penghuninya. Sistem ventilasi mekanis yang mulai banyak digunakan dibandingkan yang alami juga menjadi bahan pertimbangan.

Apalagi saat ini, pemakaian material sintetis semakin banyak menggantikan material alami pada ruang-ruang bangunan. Akibatnya terkadang terdapat material-material yang tak terkontrol berkontribusi pada bangunan yang tidak sehat bagi lingkungannya. Sehingga, timbul apa yang disebut sebagai sindrom gedung sakit (sick building syndrome/SBS) dan selanjutnya dinyatakan sebagai gedung yang dikaitkan dengan gangguan kesehatan, dan masalah jamur dan kelembaban.

Kesemua itu sebenarnya bermuara pada perencanaan ventilasi dan sirkualasi udara pada bangunan yang menjamin pada kenyamanan dan kelembaban yang memenuhi syarat. Oleh karenanya diperlukan pencerahan kepada masyarakat dan perencana berkaitan dengan informasi kontemporer dalam hal desain ventilasi.

Pengawasan yang tidak baik pada sistem ventilasi mekanis dapat mengkonsumsi energi yang cukup besar dengan memberikan pengaruh kenyamanan yang kecil, disamping itu perawatan yang tidak baik menjadi sumber dari polusi. Tapi, pengawasan ventilasi alami yang tidak baik pun akan juga menyebabkan masuknya polusi dari luar.

Pengalaman beberapa tahun dalam desain dan usaha-usaha yang berkaitan dengan regulasi dimaksudkan untuk membuat bangunan-bangunan yang berkelanjutan dan lebih hemat energi. Salah satunya menjadikan ventilasi dan kenyamanan bangunan menjadi hal yang mendasar dalam desain bangunan dan telah menjadi pertimbangan utama dalam desain beberapa tipe bangunan. Alasannya adalah a) bahwa kesehatan dalam bangunan berkaitan dengan kualitas dan sirkulasi udara di dalamnya, b) proporsi kehilangan panas melalui sirkulasi udara telah ditingkatkan sebagai standar insulasi bangunan, c) infiltrasi udara yang tak terkendali memberikan pengaruh pada kenyamanan dan efisiensi energi, d) panas internal dan sinar matahari telah meningkat pada banyak bangunan, e) suhu iklim semakin menghangat/meningkat.

Seorang perencana bangunan harus mampu menyediakan ventilasi yang cukup pada bangunan yang didesain agar dapat memberikan kenyamanan. Ventilasi yang baik dapat menghilangkan dan mereduksi kelebihan panas dari tubuh penghuninya dan beberapa peralatan elektronik dan listrik, dapat menormalkan kelembaban, bau tak sedap, munculnya polusi dari orang yang berkatifitas, hewan, aktifitas memasak. Ventilasi juga dapat menghilangkan emisi berlebihan dari bahan-bahan bangunan dan perabot.

Beberapa literatur menyebutkan suplai sirkulasi udara berkisar 5 sampai 25 liter/detik/ orang atau dapat dinyatakan sekitar 1-2 liter/detik per m2 luas lantai.

PEREKAT KAYU OLAHAN

Posted on Leave a commentPosted in Artikel

Oleh : Achmad Basuki, ST., MT.

Dimuat di Harian JOGLOSEMAR, Minggu 27 Oktober 2013

Gambar : Esveelka.blogspot.com

Pada konstruksi dengan material berbahan dasar dari kayu, terutama untuk produk-produk kayu olahan seperti kayu lapis (plywood), blockboard, papan partikel (particleboard), Laminated Veneer Lumber (LVL), Cross Veneer Lumber (CVL), oriented strandboard (OSB) dan wafer-board, kayu lamina (glulam – glue laminated), dan sebagainya, perekat (adhesives) memainkan peranan yang cukup penting dalam menjamin mutu produk kayu olahan tersebut.

 

Perekat mempunyai fungsi sebagai laminasi produk kayu olahan, dapat meningkatkan kekakuan struktur dan produk panel non struktural, penggabungan sambungan ujung kayu, dan guna perbaikan kayu. Struktur kayu komposit seperti kayu lapis , strandboard berorientasi (OSB) dan wafer-board, prefabrikasi kayu I- balok , laminasi paralel untai kayu (PSL) , laminated veneer lumber ( LVL ) dan glulam tergantung pada perekat untuk mentransfer tegangan antara serat kayu yang direkatkan.

Interior suatu bangunan menggunakan produk kayu olahan seperti papan partikel, yang digunakan untuk furnitur dan beberapa aplikasi struktural seperti dasaran lantai, dan kayu lapis, yang digunakan untuk mebel dan panel dekoratif, juga mengandalkan perekat untuk melapisi bahan kayu.

Pemilihan, tingkat aplikasi, dan kondisi perawatan untuk perekat produk-produk tersebut dikontrol pada titik awal pembuatan. Yang menjadi pertanyaan pada aplikasi perekat pada produk kayu ini adalah mengenai ketahanan dan lamanya rekatan, keandalan, ketahanan terhadap faktor lingkungan, dan emisi bahan kimia yang mudah menguap ke dalam ruang bangunan.

Terdapat dua jenis perekat yang umum digunakan untuk pembuatan produk kayu olahan ini, yaitu urea- formaldehida hyde (UF) yang hanya cocok untuk penggunaan produk interior dan fenol-formaldehida (PF) yang digunakan untuk aplikasi eksterior.

Perekat urea-formaldehida adalah perekat tebal yang akan mengering menjadi padat tak berwarna. Perekat UF sangat ekonomis dan mengering cepat tetapi tidak cocok untuk kondisi basah. Untuk alasan ini, perekat UF banyak digunakan untuk panel-panel dimaksudkan penggunaan nonstruktural seperti papan partikel dan kayu lapis (hardwood plywood).

Perekat UF tak berwarna dan karena itu memiliki keuntungan lebih lanjut tidak mudah kusam dari permukaan veneer yang digunakan untuk panel kayu interior. Bahan baku untuk perekat UF berasal dari turunan gas alam melalui intermediasi amonia untuk urea dan metanol pada formaldehida.

Perekat fenol-formaldehida (PF) berwarna ungu-coklat tua dan memberikan garis lem gelap yang terkait dengan produk seperti kayu lapis dan OSB. Dikenal sebagai fenolat, PF merupakan turunan dari minyak mentah dan resin utama yang telah disetujui untuk pembuatan produk kayu olahan untuk aplikasi eksterior. Perekat PF digunakan untuk pembuatan glulam, PSL, LVL, kayu lapis, OSB/waferboard dan untuk meningkatkan tegangan sambungan jari pada kayu.

Perekat PF agak lebih mahal daripada perekat UF dan menunjukkan tingkat yang lebih rendah emisi formaldehida. Disamping itu, terdapat pula perekat Resorsinol-formaldehida (RF) yang merupakan zat fenolik yang lebih reaktif daripada perekat PH. Lebih reaktif dimana pengeringan lebih cepat dan berlangsung pada suhu kamar atau di bawahnya. Perekat ini memiliki sifat dasar yang sama sebagai perekat PF. Namun, harganya yang mahal membuat dalam prakteknya sering dicampur dengan perekat PF untuk menghemat biaya.

Formaldehida merupakan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan banyak produk yang tergolong kontemporer, misalnya kain pelapis/terpal, pakaian pres permanen, dan karpet. Juga merupakan komponen perekat yang digunakan untuk memproduksi sebagian besar panel-panel kayu dan produk komposit kayu. Formaldehida merupakan suatu penyebab iritasi alergi terhadap beberapa orang ketika terpapar dalam waktu yang lama dan tingkatan yang tinggi. Pada bangunan efek atau pengaruh ini dapat diperparah ketika bangunan memiliki tingkat pertukaran udara di bawah standar yang diijinkan.

Tingkat emisi formaldehida dari setiap produk baru sangat bergantung waktu. Tingkat emisi tertinggi terjadi ketika produk baru dibuat, dan terus menurun seiring dengan waktu. Beberapa negara, termasuk Amerika dan Kanada, telah secar ketat mengatur tingkat emisi atau batas penggunaan jumlah formaldehida yang diijinkan yang dapat dipancarkan oleh bahan bangunan dan isinya.

Produk kayu yang dibuat dengan perekat PF memiliki tingkat rendah emisi formaldehida karena resin fenol kimia semua menjadi formaldehida. Karena komponen formaldehida dari perekat UF tidak sepenuhnya ditentukan oleh urea, beberapa bebas menguap. Produsen perekat diharuskan memenuhi standar keamanan emisi dengan mengurangi kandungan formaldehida dan konsekuensinya meningkatkan jumlah perekat dan waktu pengeringan.

Dengan demikian menjadi tantangan bagi ahli kimia untuk menemukan perekat yang berbiaya rendah tapi juga ramah lingkungan, sehingga aman digunakan untuk produk-produk kayu olahan.***