Halaman Muka arrow Artikel Dosen arrow KUALITAS UDARA PADA BANGUNAN
KUALITAS UDARA PADA BANGUNAN Print E-mail
Article Index
KUALITAS UDARA PADA BANGUNAN
Komentar
Komentar

KUALITAS UDARA PADA BANGUNAN

Oleh : Achmad Basuki, ST. MT.

 

 

Pada desain suatu bangunan, tentunya diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dan kesehatan bagi penghuninya, baik sebagai rumah tinggal maupun sebagai tempat beraktifitas sehari-hari.

Keamanan bangunan menyangkut perlindungan penghuninya dari keruntuhan bangunan dan fasilitasnya, serta ancaman dari luar yang menyangkut serangan binatang liar, perubahan iklim/cuaca, dan kejahatan manusia.

Sedangkan kenyamanan dan kesehatan banyak berkaitan dengan penataan fungsi ruangan pada bangunan, sirkulasi udara, masalah penerangan dan pencahayaan sinar matahari, penggunaan obata-obatan kimia, dan penggunaan material bangunan yang memenuhi syarat kesehatan.

Pada awalnya, bangunan yang memenuhi persyaratan keamanan, kenyamanan dan kesehatan lebih banyak direncanakan secara alami sesuai dengan kondisi lingkungan bangunan tersebut akan didirikan. Sirkulasi udara benar-benar direncanakan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi ruangan yang memperhitungkan arah pergerakan udara, sehingga udara dapat berganti dan mengalir dengan baik. Sirkulasi udara yang baik berdampak pada kenyamanan dan kesehatan penghuninya menjadi lebih baik. Penataan sirkulasi udara ini juga berkaitan erat dengan pencahayaan alami pada bangunan, karena arah orientasi sinar matahari akan menentukan pergerakan udara yang masuk dan keluar secara alami pada bangunan. Sehingga, diusahakan seminimal mungkin penggunaan peralatan sirkulasi udara dan pencahayaan/penerangan buatan.

Namun demikian, seiring dengan perkembangan teknologi, konsep desain bangunan “modern”, sudah banyak mereduksi sistem sirkulasi udara dan pencahayaan secara alami. Kenyamanan penghuni berkaitan dengan sirkulasi udara dan pencahayaan banyak tergantikan oleh peralatan penyejuk udara (air conditioning/AC), exhaust fan, dan lampu-lampu yang selalu menyala baik pada siang hari maupun malam hari.

Hal tersebut tentunya akan sangat mempengaruhi tingkat kualitas udara pada bangunan tersebut. Sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik dan pencahayaan alami dari sinar matahari menjadi sangat berkurang. Jendela-jendela tertutup rapat, plafon tertutup yang tidak memungkinkan sirkulasi udara ke atas.

Di samping itu, kualitas udara juga dipengaruhi oleh beberapa material bangunan yang dibuat dari bahan-bahan kimia dan partikel yang dapat mencemari udara dan lingkungan, serta berdampak pada kesehatan manusia. Seperti penggunaan asbes, yang dalam jangka waktu tertentu akan menghasilkan partikel debu yang tidak baik bagi kesehatan apabila terhirup.

Menurut Jimmy S. Juwana, beberapa hal dapat mempengaruhi kualitas udara pada bangunan diantaranya yaitu a) campuran-campuran bahan organik yang mudah menguap seperti gas methan, formaldehida, parafin, cat dan serat sintetik. Bahan-bahan tersebut umumnya banyak terdapat pada material particle board, cat, perekat, cairan pembersih, dan sebagainya. Umumnya bahan yang mudah menguap ini menimbulkan bau yang tidak sedap juga. b) pestisida, yang umumnya digunakan untuk membasmi serangga, mengawetkan material kayu atau menghindari jamur. c) bahan yang mudah terbakar, yang umumnya akan memunculkan emisi saat terbakat, seperti gas dan minyak, tembakau, bahan sintetis. Emisi yang dihasilkan seperti nitrogen dioksida, karbon monoksida, sulfur oksida, karbon dioksida, dan lain-lain, d) bahan alamiah polutan baik yang berasal dari dalam maupun luar bangunan seperti gas radon, debu, bau sampah, pencemaran bakteri, e) medan elektromagnetik, yang disebabkan oleh lintasan jaringan listrik tegangan tinggi, jaringan kabel tidak sempurna dan sistem grounding listrik yang tidak baik. f) kelembaban udara yang cukup tinggi, yang dapat mempercepat berkembangnya bakteri, virus, jamur, serangga dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pengendalian kualitas udara yang baik pada bangunan baik pada saat perencanaan maupun saat penggunaannya harus terus dilakukan agar kenyamanan dan kesehatan penghuninya dapat terjaga.***


Komentar Anda


Komentar oleh Medan Tour pada 06 May 2017 00:51:40 AM

kenyamanan dan kesehatan banyak berkaitan dengan penataan fungsi ruangan pada bangunan, sirkulasi udara, masalah penerangan dan pencahayaan sinar matahari jadi kualitas udara pada ruangan sangat penting.


Komentar oleh alat servis hp pada 17 Nov 2016 13:07:44 PM

yang tau soal beginian pasti calon2 arsitektur atau yang berhubungan tentang pembangunan gedung/jalan2an


Komentar oleh lcd separator cody pada 17 Oct 2016 11:15:25 AM

sehat itu mudah, yakni dengan menjaga kualitas udara pada ruangan yang ada.


Komentar oleh timah solder pada 19 Sep 2016 13:07:06 PM

disini djelaskan bahwa udara dimanapun akan terasa penting dan perlu diperhatikan.


Komentar oleh avometer analog pada 29 Aug 2016 11:36:18 AM

kenyamanan dan kesehatan banyak berkaitan dengan penataan fungsi ruangan pada bangunan, sirkulasi udara, masalah penerangan dan pencahayaan sinar matahari jadi kualitas udara pada ruangan sangat penting.


Komentar oleh pemisah lcd touchsreen cody 98 pada 13 Aug 2016 12:57:45 PM

bangunan tanpa menggunakan perumusan bahan bangunan bisa membuat bangunan bisa cepat runtuh dan tidak tahan lama.


Komentar oleh atap upvc pada 09 Aug 2016 13:36:39 PM

Udara pada bangunan memang punya banyak faktor yang bisa menentukan kualitasnya. Beberapa diantaranya termasuk material bahan bangunan seperti atap upvc, interior ruangan, model ventilasi dan berbagai faktor lainnya berperan penting.


Komentar oleh lampu servis pada 06 Aug 2016 14:53:59 PM

artikel yang sangat bermanfaat, membantu menambah wawasan.


Komentar oleh frutablend.id pada 16 Jul 2016 14:39:14 PM

memang perhitungan bahan untuk bangunan memang sangat penting


Komentar oleh affordable auto insurance Loui pada 05 Apr 2016 02:21:33 AM

Please teach the rest of these internet hooligans how to write and research!




Jurusan Teknik Sipil FT UNS Surakarta