Jum'at, 18 Agustus 2017 pkl 02:11 WIB
Halaman Muka arrow Artikel Dosen arrow MENAMBAL BETON DENGAN UPR MORTAR
MENAMBAL BETON DENGAN UPR MORTAR Print E-mail
Article Index
MENAMBAL BETON DENGAN UPR MORTAR
Komentar

 

 

Oleh : Stefanus Adi Kristiawan, ST., MSc., PhD.

http://si.uns.ac.id/profila/uploadfoto/bb.JPGMaterial beton masih menjadi salah satu pilihan material konstruksi bangunan yang banyak digunakan di Indonesia, bahkan prosentasenya pun telah melebihi penggunaan material konstruksi lainnyan seperti kayu maupun baja. Hal tersebut berkaitan erat dengan beberapa kelebihan dari karakteristik beton yakni memiliki kuat tekan yang tingi, dapat dibentuk sesuai dengan keinginan, relatif mudah dan murah dalam pelaksanaannya, serta dapat dihasilkan dengan cara yang sederhana dan modern.

 

 

Struktur beton sebenarnya dapat tahan lama dan umumnya dapat mencapai umur sesuai yang direncanakan. Akan tetapi seringkali pada bagian struktur beton tertentu yang telah direncanakan dapat mengalami kerusakan karena beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi kerusakan diantaranya karena perencanaan yang kurang tepat, pengaruh mekanis, pengaruh kimia, dan pengalaman kerja. Kerusakan-kerusakan yang timbul diantaranya terjadi retak-retak, delaminasi, spalling (terlepasnya bagian beton atau rontok), scalling (pengelupasan), dan void (berlubang).

Salah satu contoh kerusakan yang terjadi pada konstruksi bangunan yaitu spalling (terlepasnya bagian beton atau rontok). Spalling salah satunya disebabkan oleh korosi tulangan beton yang dapat meningkatkan volume karat pada tulangan. Peningkatan volume karat dapat membentuk retakan di sekeliling tulangan dan menyebabkan selimut beton sekeliling tulangan mengalami kerontokan. Jika spalling tidak ditangani maka proses korosi dapat berlanjut sehingga mampu mengurangi luas tulangan dan luas beton. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kekuatan struktur beton. Oleh sebab itu diperlukan perbaikan kerusakan untuk mengembalikan kekuatan struktur beton agar dapat mencapai umur sesuai yang direncanakan.

Metode perbaikan secara penambalan (patching repair method) adalah metode perbaikan yang paling tepat direkomendasikan untuk perbaikan beton akibat laju korosi yang merusak selimut beton (JSCE, 2007). Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk material patch repair adalah cepat mengeras, mampu menyatu atau melekat erat dengan beton yang akan di-patch repair, dapat menyesuaikan dengan bentuk beton yang akan di-patch repair, dan tidak mengurangi kekuatan beton setelah dilakukan patch repair.

Material patch repair telah banyak beredar di pasaran Indonesia. Akan tetapi harga material patch repair masih relatif mahal sehingga perlu dikembangkan material perbaikan baru yang dapat diaplikasikan dengan mudah di lapangan. Salah satu bahan polimer yang memenuhi syarat untuk material patch repair adalah Unsaturated Polyester Resin (UPR). UPR termasuk dalam matriks polimer thermoset yang berupa resin cair dan dapat mengeras pada suhu kamar dengan penggunaan katalis, pengerjaannya mudah, tahan terhadap korosi, dan memiliki daya ikat tinggi. Penggunaan UPR juga memakan biaya lebih murah dibandingkan penggunaan material patch repair yang telah banyak beredar di pasaran Indonesia. Sehingga penggunaan UPR dapat menjadi alternatif material patch repair yang dapat diaplikasikan di lapangan.

Material perbaikan yang diaplikasikan sebagai patch repair cenderung memiliki sifat susut dengan laju tinggi pada umur awal, sementara beton induk yang telah berumur tua hampir tidak mengalami susut lagi. Penyusutan yang terjadi pada material perbaikan harus diperhitungkan karena dapat menyebabkan retak. Hasil penelitian penulis menunjukkan bahawa retak yang terjadi akibat laju susut yang tinggi tersebut dapat mengakibatkan terlepasnya material perbaikan dari beton induk

Karakteristik UPR adalah sebagai material pengikat (matriks) yang masih memerlukan material penguat (reinforce). Material perbaikan sebaiknya memiliki sifat yang seragam dengan beton yang akan ditambal (Paul Nugraha & Antoni, 2007). Sehingga material penguat sebaiknya memiliki bahan yang menyerupai beton induk. Salah satu material yang dapat digunakan dengan campuran UPR adalah mortar. Mortar adalah campuran plastis yang dibuat dengan campuran semen, air dan agregat halus yang digunakan sebagai material pengikat dan material pengisi dalam konstruksi. Mortar mempunyai sifat mengembang dan menyusut yang cukup tinggi karena reaksi hidrasi semen dan ukuran agregat yang kecil disamping akibat kondisi kelembaban udara di sekeliling mortar.

Modifikasi polimer UPR dalam campuran mortar sebagai material perbaikan dapat meningkatkan kekuatan tarik dan lentur pada komposit beton normal dengan material perbaikan serta dapat mengurangi sifat rapuh. Penambahan polimer pada material perbaikan akan memperkuat ikatan antara material perbaikan dengan beton pada saat proses pelapisan atau penambalan.

UPR mortar ini mempunyai nilai susut yang relative kecil sehingga sangat cocok untuk penambalan beton, karena mempunyai karakteristik yang hamper sama dengan beton yang ditambal, serta kompatibilitas dimensinya pun terjaga.***

 


Komentar Anda


Komentar oleh Sewa Apartemen pada 02 Mar 2017 13:39:18 PM

Struktur beton memang tahan lama, makanya banyak gedung perkantoran, mall ataupun apartemen yang membuat kontruksi mereka dengan menggunakan bahan beton.


Komentar oleh blower digital pada 16 Nov 2016 13:30:26 PM

betul kata Paul Nugraha & Antoni kalau Material perbaikan sebaiknya memiliki sifat yang seragam dengan beton yang akan ditambal


Komentar oleh jual upvc murah pada 09 Nov 2016 18:22:13 PM

Beh kalau saya sih jujur belum pernah, dan memang masih belum tahu caranya. Tapi kalau ternyata memang bisa, nanti saya coba pelajari. Soal nya sekarang lagi fokus ngerjain proyek pemasangan upvc dulu di salah satu pabrik di kawasan Tangerang


Komentar oleh obeng set cody pada 05 Nov 2016 14:29:50 PM

baru tahu kalau penambahan polimer pada material perbaikan akan memperkuat ikatan antara material perbaikan dengan beton pada saat proses pelapisan atau penambalan.


Komentar oleh Radi iman damalik pada 23 Oct 2016 17:48:58 PM

kekuatan tekan sambungan UPR berapa pak? mohon bimbingan


Komentar oleh alat servis laptop pada 27 Sep 2016 12:40:49 PM

jadi Salah satu material yang dapat digunakan dengan campuran UPR adalah mortar, ternyata sebabnya itu,


Komentar oleh fibroids miracle pada 23 Sep 2016 10:44:27 AM

Material beton masih menjadi salah satu pilihan material konstruksi bangunan yang banyak digunakan jadi dengan penambahan bahan ini bisa mnjadi alternatif lain


Komentar oleh power supply cody digital pada 21 Sep 2016 11:29:36 AM

apakah dengan penambahan bahan tersebut bisa memperkuat beton itu?


Komentar oleh mi40 pada 26 Aug 2016 15:12:19 PM

Material beton masih menjadi salah satu pilihan material konstruksi bangunan yang banyak digunakan di Indonesia, bahkan prosentasenya pun telah melebihi penggunaan material konstruksi lainnyan seperti kayu maupun baja. jadi hl ini mnjadi sebuah kesempatan


Komentar oleh alat servis blower cody pada 24 Aug 2016 13:34:57 PM

setuju kalau Penambahan polimer pada material perbaikan akan memperkuat ikatan antara material perbaikan dengan beton pada saat proses pelapisan atau penambalan




Jurusan Teknik Sipil FT UNS Surakarta