Selasa, 24 Oktober 2017 pkl 11:10 WIB
TRIO MAHASISWI UNS JUARAI LOMBA INOVASI RANCANG BANGUN Print E-mail

PRESTASI diraih lagi oleh mahasiswa UNS. Kali ini trio mahasiswi Fakuttas Teknik Sipil (memenangi lomba inovasi rancang bangun tingkat nasional, yang diselenggarakan di Universitas Udayana Denpasar, pekan lalu.
Arum Dwi cahyani, Selvia Agustina, dan Qory Putri Dewanti, mahasiswi angkatan 2007

images/stories/trio_0001.jpg

Ketiganya adalah Arum Dwi cahyani, Selvia Agustina, dan Qory Putri Dewanti, mahasiswi angkatan 2007. Mereka menang lomba dengan karya berupa pemanfaatan serat limbah bubut dan pecahan genteng. sebagai penyusun material H-Brick untuk konstruksi dinding tahan gempa.
"Karena negeri kita ini termasuk yang sering terlanda gempa dengan kerusakan yang cukup tinggi. maka kami mereka-reka kemungkinan memanfaatkan pecahan genteng untuk bahan membuat dinding konstruksi,'' kata mereka.
Di dampingi penbimbimg Dr Sholihin As'ad MSc. Arum mewakili teman-temannya mengatakan, peca¬han genteng itu dicampur dengan

kawat limbah bubut, kemudian diaduk dengan semen serta pasir. dan dicetak berbentuk batu bata seperti hunuf H. "Direkatkan Iagi dengan komponen yang sama yang berbentuk seperti batu bata biasa. maka akhirnya terbentuk material dinding yang saling mengait karena modelnya yang berbentuk huruf H tadi. tahan gempa dan tidak mudah runtuh," katanya. Daur Ulang
Mereka memang menginginKan adanya recycle atau mendaur ulang Iagi bahan-bahan itu menjadi agregat untuk komponen bahan bangunan dinding. Dengan demikian, tidak setiap kejadian gempa. membutuhkan bahan bangunan baru yang mahal
"Sebab justru dengan meman¬faatkan limbah bekas gempa, juga kawat limbah bubut yang mendapatkannya juga tidak sulit itu bisa mengurut biaya cukup besa bahkan hasilnya sangat kuat, jauh lebih kuat dan diding batu bata." katanya.
Mahasisw. Berjilbah trendy itu

mengatakan. ide pembuatari H-Brick itu berasal dari hasil penelitian yang dilakukan kakak kelasnya, yaitu sistem interiock block. Dari situ. kemudian dikembangkan Iagi dengan model H terdiri dan tiga lapis bata
"Campuranya. setiap 1 bagian semen dicampur dengan 2 bagian pasir dan 3 agregat genteng carnpur kawat limbah bubut. Ketika diuji coba secara rill, untuk satu blok bahan dinding tiga lapis itu. memertjkan 0.25 kilo agregat. berarti hanya sedikit semen dan pasir ‘
Itu sudah menghasilkan blok berukuran 40 x 20 x 3 centimeter tiga .lapisan dengan ukuran yang sama. Karena itu jika satu •kilogram agregat .' maKa akan bisa membuat empat blok. Tinggal dikalikan dengan kebutuhan dindingnya.
yang pasti ketiganya sangat berbahagia karena dengan lomba itu mereka menjadi duta UNS, yang membuktikan kampus mereka tidak kalah di bandingkan dengan kampus lain

yang lebih dikenal di masyarakat.
"ini saatnya UNS unjuk diri sekelas, bahkan bisa lebih unggul dibanding-

kan kampus lain di Indonesia," kata mereka dengan bangga

Jurusan Teknik Sipil FT UNS Surakarta